Artikel Tentang Kebudayaan Yang Hilang

By | November 18, 2020

Artikel Tentang Kebudayaan Budaya atau kebudayaan datang dari bahasa Sansekerta ialah buddhayah, sebagai wujud jamak dari buddhi (budi atau akal) didefinisikan selaku perihal-perihal yang berkenaan dengan budi dan akal manusia. Ke bahasa Inggris, kebudayaan disebutkan culture, yang dari kata Latin Colere, ialah memproduksi atau melakukan. Dapat didefinisikan sebagai memproduksi tanah atau bertani. Kata culture pula kadang-kadang dialih bahasa selaku “kultur” ke bahasa Indonesia.

“Kebudayaan dideskripsikan selaku keseluruhnya pengetahuan manusia selaku makhluk sosial yang dipakainya buat mengerti dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, dan jadi fundamen untuk tingkah-lakunya. Dengan begitu, kebudayaan adalah sekelompok beberapa aturan, panduan-petunjuk, rencana-rencana, dan trick-strategi yang terdiri dari sekelompok sejumlah model kognitif yang dimiliki oleh manusia, dan dipakainya secara hati-hati dalam hadapi lingkungannya sama dengan diwujudkan dalam tingkah-laku dan perlakuan-tindakannya.”

Kebudayaan bisa dideskripsikan selaku satu keseluruhnya pengetahuan manusia selaku makhluk sosial yang dipakainya buat mengerti dan menginterpretasi lingkungan dan perjalanannya. Dan jadi panduan untuk kelakuannya. Satu kebudayaan adalah punya bersama anggota satu warga atau satu group sosial. Yang penebarannya pada anggota-anggotanya dan pewarisannya pada angkatan seterusnya. Dijalankan lewat proses belajar dan dengan memakai simbol-simbol yang diwujudkan berbentuk yang terkatakan. Ataupun yang tidak (termasuk pelbagai perabotan yang dibikin oleh manusia). Dengan begitu, tiap-tiap anggota warga punyai satu pengetahuan perihal kebudayaannya itu yang bisa berbeda dengan anggota-anggota yang lain. Berasal dari pengalaman dan proses belajar yang beda dan sebab lingkungan-lingkungan yang mereka menantang tidak selama-lamanya sama.

Budaya yang Raib

Lagu Rasa Sayang-sayange diklaim oleh Pemerintahan Malaysia

Rasa Sayange atau Rasa Sayang-Sayange ialah lagu wilayah yang dari Maluku, Indonesia. Lagu ini adalah lagu wilayah yang terus dinyanyikan secara turun-temurun sejak mulai dulu. Buat mengatakan perasaan sayang mereka pada lingkungan dan pemasyarakatan pada warga Maluku.
Lagu ini dipakai oleh departemen Pariwisata Malaysia buat mempromokan kepariwisataan Malaysia, yang dikeluarkan kira-kira bulan Oktober 2007. Sesaat Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor menyampaikan jika lagu Rasa Sayange adalah lagu kepulauan Nusantara (Malay archipelago)[1], Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikukuh lagu “Rasa Sayange” ialah punya Indonesia sebab dia adalah lagu rakyat yang sudah membudaya di propinsi Maluku sejak mulai kakek moyang, maka claim Malaysia itu ialah salah.[2].