Unsur Yang Menguatkan Kebudayaan

By | November 18, 2020

Unsur Kebudayaan Perlu dipahami jika beberapa unsur kebudayaan yang membuat susunan kebudayaan itu tidak berdiri terlepas dengan yang lain. Kebudayaan bukan sekedar adalah jumlah dari unsur-unsurnya saja, tetapi adalah keseluruhnya dari beberapa unsur itu yang sama-sama erat berkaitan (integratif), yang Slot QQ Online membuat kesatuan yang serasi. Semasing elemen sama-sama memengaruhi secara timbale-balik. Jika berlangsung perombakan pada salah satunya elemen, maka memunculkan perombakan pada elemen lainnya juga.

Bentuk Kebudayaan
Kecuali elemen kebudayaan, permasalahan yang lain penting juga dalam kebudayaan ialah bentuknya. Opini umum menjelaskan ada dua bentuk kebudayaan. Pertama, kebudayaan bendaniah (material) yang mempunyai cirri bisa disaksikan, diraba, dan di rasa. Hingga lebih nyata atau gampang dimengerti. Ke-2 , kebudayaan rohaniah (religius) yang mempunyai ciri-ciri bisa di rasa saja. Oleh karenanya, kebudayaan rohaniah memiliki sifat lebih abstrak serta lebih susah dimengerti. Koentjaraningrat dalam kreasinya kebudayaan. Mentaliter, dan pembangunan mengatakan jika sedikitnya ada tiga bentuk kebudayaan, yakni :

Selaku satu kompeks dari beberapa ide, ide, nilai-nilai, norma-norma, ketentuan, dan lain-lain.
satu kompleks rutinitas tingkah laku berpola dari manusia dalam warga.
Selaku beberapa benda hasil kreasi manusia. (koentjaraningrat, 1974:15).
Bentuk pertama ialah bentuk bagus kebudayaan. Karakternya abstrak, tidak bisa diraba dan dipotret. Terletak dalam alam pemikiran manusia. Beberapa ide dan ide manusia ini banyak yang hidup dalam warga dan anggota jiwa ke warga. Ide-ide itu tidak lepas keduanya tetapi sama-sama terkait jadi satu sistem, disebutkan sistem budaya atau culture sistem, yang dengan bahasa Indonesia disebutkan tradisi istiadat.

Bentuk ke-2 ialah yang disebutkan sistem social, yakni berkenaan perlakuan berpola manusia tersebut. Mekanisme social ini memiliki sifat nyata hingga bias diamati, dipotret dan didokumentir.

Bentuk ke-3 ialah yang disebutkan kebudayaan fisik, yakni semua hasil fisik kreasi manusia dalam warga. Karakternya benar-benar nyata berbentuk beberapa benda yang bias diraba, dipotret dan disaksikan. Ke-3 bentuk kebudayaan tertera di atas di kehidupan warga tidak terpisah satu yang yang lain.

Kebudayaan selaku kreasi manusia mempunyai sistem nilai. Menurut C.Kluckhohn (1961:38) dalam kreasinya Variations in Nilai Orientation, sistem nilai budaya dalam seluruh kebudayaan yang berada di dunia sesungguhnya sekitar pada lima permasalahan dasar di kehidupan manusia, yakni :
Inti dari hidup manusia (manusia dan hidup, dipersingkat MH)
Inti dari kreasi manusia (manusia dan kreasi, dipersingkat MK)
posisi manusia dalam ruangan waktu (manusia dan waktu, dipersingkat MW)
Inti jalinan manusia dengan sesamanya (manusia dan manusia, dipersingkat MM).
FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi ialah satu mekanisme arti bersama yang diyakini oleh beberapa anggota yang membandingkan satu organisasi dari organisasi-organisasi yang lain. Mekanisme arti bersama ini ialah beberapa kumpulan karakter kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Tentang hal pemahaman Budaya Organisasi berdasar sebagian pakar, yakni :
1.Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi ialah mekanisme yang dipercaya dan nilai yang ditingkatkan oleh organisasi di mana hal tersebut membimbing sikap dari anggota organisasi tersebut.
2.Menurut Tosi, Rizzo, Carroll sama seperti yang diambil oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi ialah beberapa cara memikir, berperasaan dan bereaksi berdasar pola-pola spesifik yang ada pada organisasi atau yang ada di beberapa bagian organisasi.
3.Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi ialah satu pemahaman bersama yang diyakini oleh anggota-anggota organisasi itu.

FUNGSI BUDAYA ORGANISASI

Budaya organisasi mempunyai peranan yang penting. Peranan budaya organisasi sebagai tapal batasan perilaku pribadi yang ada di dalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294), peranan budaya organisasi seperti berikut :
1.Budaya membuat pembandingan yang pasti di antara satu organisasi dan lainnya.
2.Budaya bawa satu rasa identitas untuk anggota-anggota organisasi.
3.Budaya memudahkan munculnya loyalitas pada suatu hal yang lebih luas dibanding kebutuhan diri individu seorang.
4.Budaya adalah perekat sosial yang menolong mempersatukan organisasi itu dengan memberi standar-standar yang pas untuk dikerjakan oleh pegawai.
5.Budaya selaku proses pembikin arti dan kendalian yang membantu dan membuat sikap dan sikap pegawai.